Beranda - Blog - Apa Saja yang Menentukan Biaya Operasional Mesin Es Balok 10 Ton?

Apa Saja yang Menentukan Biaya Operasional Mesin Es Balok 10 Ton?

Mesin Es Balok Industri KENDALL

Mesin Es Balok Industri adalah mesin pembuat es berkapasitas besar yang dirancang untuk menghasilkan balok es secara berkelanjutan melalui proses pembekuan air menggunakan sistem refrigerasi. Dalam kapasitas 10 ton per hari, mesin ini dapat membantu pabrik es, distributor seafood, cold storage, pasar ikan, hingga perusahaan logistik menjaga rantai dingin dengan biaya yang lebih terukur. Bagi bisnis, memahami faktor biaya operasional penting untuk menghitung harga pokok produksi, margin penjualan, dan waktu balik modal secara realistis.

Apa Saja yang Menentukan Biaya Operasional Mesin Es Balok 10 Ton? Panduan KENDALL untuk Industri

Mengapa Biaya Operasional Mesin Es Balok 10 Ton Perlu Dihitung?

Kapasitas 10 ton umumnya mengacu pada kemampuan produksi sekitar 10.000 kg es dalam periode 24 jam. Namun, angka tersebut dapat berbeda berdasarkan:

  • Suhu lingkungan.
  • Suhu air masuk.
  • Durasi pembekuan.
  • Jenis refrigeran.
  • Spesifikasi kompresor.
  • Jumlah cetakan atau ice can.
  • Sistem kondensor.
  • Kualitas perawatan mesin.

Karena itu, kapasitas produksi tidak selalu sama dengan biaya operasional. Dua unit mesin dengan kapasitas 10 ton dapat memiliki konsumsi energi, kebutuhan air, dan biaya pemeliharaan yang berbeda.

Bagi calon pembeli, penawaran dari Pabrikan Mesin Es Blok sebaiknya tidak hanya membandingkan harga mesin. Perhatikan juga konsumsi daya, kebutuhan operator, ketersediaan suku cadang, serta dukungan teknis setelah instalasi.

Faktor Utama yang Menentukan Biaya Operasional

1. Konsumsi Listrik dan Efisiensi Kompresor

Listrik biasanya menjadi komponen biaya terbesar dalam pengoperasian mesin pembuat es balok kapasitas 10 ton. Komponen yang paling banyak menggunakan energi adalah:

  • Kompresor refrigerasi.
  • Pompa air.
  • Cooling tower atau evaporative condenser.
  • Fan kondensor.
  • Pompa brine.
  • Sistem kontrol dan panel listrik.

Sebagai ilustrasi, apabila total beban listrik rata-rata mesin adalah 80–120 kW selama 24 jam, konsumsi energi harian dapat berada di kisaran 1.920–2.880 kWh per hari. Angka tersebut hanya contoh perhitungan dan perlu disesuaikan dengan data nameplate, beban aktual, serta tarif listrik bisnis yang berlaku.

Rumus sederhananya:

Biaya listrik harian = Konsumsi kWh per hari × Tarif listrik per kWh

Agar perhitungan lebih akurat, mintalah data berikut dari Pabrikan Mesin Es Blok:

  1. Daya terpasang dalam kW atau HP.
  2. Estimasi konsumsi listrik per ton es.
  3. COP atau Coefficient of Performance sistem refrigerasi.
  4. Jenis dan kapasitas kompresor.
  5. Kondisi pengujian kapasitas, misalnya suhu lingkungan 30–35°C.
  6. Waktu pembekuan untuk setiap siklus.

Mesin dengan kompresor screw atau semi-hermetic dapat memberikan performa berbeda dibandingkan sistem reciprocating. Efisiensi juga dipengaruhi oleh kebersihan kondensor dan tekanan kerja refrigeran.

2. Jenis Refrigeran dan Sistem Pendingin

Jenis refrigeran berpengaruh terhadap efisiensi, biaya servis, dan ketersediaan teknisi. Beberapa sistem industri menggunakan ammonia atau NH₃, sedangkan sistem lain dapat menggunakan refrigeran HFC atau refrigeran alternatif sesuai desain mesin.

Pemilihan refrigeran perlu mempertimbangkan:

  • Kapasitas pendinginan.
  • Regulasi keselamatan.
  • Ketersediaan teknisi bersertifikat.
  • Harga refrigeran.
  • Risiko kebocoran.
  • Kebutuhan ventilasi dan sistem deteksi gas.

Untuk instalasi industri, aspek keselamatan harus menjadi prioritas. Dokumen desain sebaiknya memuat analisis bahaya dan pengendalian risiko yang mengacu pada prinsip DIN EN ISO 12100. Komponen mekanis dan material tertentu juga dapat diperiksa berdasarkan standar seperti ASTM A370 untuk pengujian sifat mekanis baja atau ASTM E18 untuk pengujian kekerasan material.

Standar tersebut bukan pengganti sertifikasi keselamatan lokal, tetapi dapat menjadi bagian dari dokumentasi teknis dan pemeriksaan mutu komponen.

3. Kualitas dan Suhu Air Baku

Air merupakan bahan baku utama. Air dengan kandungan mineral, zat besi, atau total dissolved solids yang tinggi dapat menyebabkan:

  • Es terlihat keruh.
  • Waktu pembekuan lebih lama.
  • Kerak pada cetakan.
  • Korosi pada pipa dan tangki.
  • Penurunan perpindahan panas.
  • Frekuensi pembersihan meningkat.

Untuk kebutuhan komersial, lakukan pengujian laboratorium terhadap parameter seperti:

  • pH.
  • TDS.
  • Kesadahan.
  • Besi dan mangan.
  • Total plate count.
  • Coliform atau parameter mikrobiologi lain sesuai tujuan penggunaan.

Jika es digunakan untuk konsumsi manusia, ikan, daging, atau produk pangan, persyaratan air dan sanitasi harus mengikuti ketentuan yang berlaku serta prosedur keamanan pangan pelanggan. Jangan menganggap bahwa semua mesin es balok untuk pabrik ikan otomatis menghasilkan es yang layak konsumsi. Kelayakan tersebut juga ditentukan oleh sumber air, sanitasi, material kontak, dan prosedur produksi.

4. Suhu Lingkungan dan Kondisi Lokasi

Indonesia memiliki suhu dan kelembapan lingkungan yang relatif tinggi. Kondisi ini membuat sistem kondensor harus bekerja lebih keras, terutama apabila ruang mesin memiliki ventilasi buruk.

Biaya operasional dapat meningkat apabila:

  • Kondensor terkena debu atau garam laut.
  • Ruang mesin terlalu panas.
  • Sirkulasi udara tidak memadai.
  • Cooling tower kekurangan air.
  • Mesin ditempatkan dekat sumber panas.
  • Instalasi berada di wilayah pesisir dengan risiko korosi tinggi.

Untuk area dekat laut, calon pengguna sebaiknya menanyakan perlindungan antikorosi, jenis coating, material pipa, dan kualitas finishing. Pabrikan yang berpengalaman biasanya dapat memberikan rekomendasi material berdasarkan lokasi pemasangan.

5. Kapasitas Produksi Aktual

Kapasitas nominal 10 ton per 24 jam tidak selalu tercapai dalam kondisi lapangan. Kapasitas aktual dapat turun karena:

  • Temperatur air masuk terlalu tinggi.
  • Cetakan diisi tidak merata.
  • Siklus panen es terlambat.
  • Proses demoulding tidak optimal.
  • Tekanan refrigerasi tidak sesuai.
  • Sebagian cetakan tidak digunakan.
  • Mesin berhenti untuk pembersihan atau perawatan.

Dalam perhitungan bisnis, gunakan tiga skenario:

Skenario Produksi Harian Tujuan Perhitungan
Optimistis 10.000 kg Kondisi ideal dan beban stabil
Realistis 8.000–9.000 kg Memperhitungkan downtime dan variasi cuaca
Konservatif 6.000–7.000 kg Perencanaan saat permintaan atau performa menurun

Pendekatan ini lebih aman daripada langsung menggunakan angka 10 ton penuh sebagai dasar proyeksi keuntungan.

Komponen Biaya Selain Listrik

Air, Garam, dan Bahan Pendukung

Pada sistem brine tank, larutan garam atau brine digunakan sebagai media perpindahan panas. Konsentrasi brine harus dijaga agar titik beku dan performa pendinginan tetap sesuai desain.

Pengeluaran yang mungkin muncul meliputi:

  • Pengisian air.
  • Penambahan garam atau bahan kimia.
  • Penggantian filter.
  • Pengujian kualitas air.
  • Pembersihan tangki.
  • Pengolahan air buangan.

Konsentrasi brine yang tidak sesuai dapat menurunkan efisiensi dan mempercepat korosi. Karena itu, operator perlu mencatat konsentrasi, temperatur, dan kondisi visual larutan secara berkala.

Tenaga Kerja

Mesin otomatis tetap membutuhkan operator. Tenaga kerja biasanya diperlukan untuk:

  • Mengisi dan memeriksa cetakan.
  • Mengontrol panel listrik.
  • Mengeluarkan es dari cetakan.
  • Menimbang produksi.
  • Menyusun es di area penyimpanan.
  • Membersihkan peralatan.
  • Mencatat tekanan dan temperatur.

Sistem yang menghasilkan es balok berukuran 25 kg membutuhkan metode handling berbeda dibandingkan balok 5 kg atau 10 kg. Semakin besar ukuran balok, semakin besar pula kebutuhan alat bantu seperti trolley, hoist, conveyor, atau forklift.

Perawatan Preventif

Perawatan preventif membantu mencegah kerusakan besar dan menjaga stabilitas kapasitas. Jadwal umum dapat mencakup:

  • Pemeriksaan tekanan suction dan discharge.
  • Pemeriksaan level oli kompresor.
  • Pembersihan kondensor.
  • Pemeriksaan kebocoran refrigeran.
  • Pemeriksaan pompa dan motor.
  • Kalibrasi sensor temperatur.
  • Pengencangan terminal panel.
  • Pemeriksaan korosi pada cetakan.
  • Penggantian seal dan gasket.

Pabrikan Mesin Es Blok yang menyediakan manual perawatan, daftar suku cadang, dan jadwal servis akan memudahkan pengelola dalam menjaga mesin es balok kapasitas besar tetap beroperasi.

Untuk kontrol kualitas komponen, dokumentasi dapat mencakup sertifikat material, laporan inspeksi dimensi, serta hasil uji kebocoran. Dalam proyek tertentu, pembeli dapat menetapkan inspeksi dengan toleransi dimensi hingga ±0,01 mm untuk komponen presisi tertentu, meskipun tidak semua bagian mesin membutuhkan toleransi seketat itu.

Kesalahan Umum Saat Menghitung Biaya Operasional

Menganggap Harga Mesin sebagai Total Investasi

Harga unit bukan satu-satunya biaya. Perhitungkan juga:

  • Pengiriman.
  • Instalasi.
  • Pondasi dan ruang mesin.
  • Kabel listrik dan panel.
  • Sistem ventilasi.
  • Instalasi pipa.
  • Tangki air.
  • Cooling tower.
  • Alat angkat.
  • Perizinan dan commissioning.

Kesalahan ini sering membuat anggaran awal terlihat murah, tetapi biaya aktual membengkak saat instalasi.

Membandingkan Mesin Hanya dari Kapasitas Tonase

Kapasitas 10 ton per hari harus dibandingkan dengan kondisi pengujian yang sama. Tanyakan:

  • Temperatur air masuk.
  • Temperatur lingkungan.
  • Jenis refrigeran.
  • Waktu pembekuan.
  • Ukuran balok.
  • Persentase downtime.
  • Konsumsi listrik per ton es.

Mesin A mungkin memiliki daya terpasang lebih besar, tetapi menghasilkan es lebih cepat dan lebih stabil. Sebaliknya, mesin dengan daya kecil belum tentu lebih hemat jika waktu pembekuannya lebih lama.

Tidak Memasukkan Downtime

Downtime berarti mesin tidak menghasilkan es, tetapi sebagian biaya tetap berjalan. Penyebab downtime dapat berupa kerusakan kompresor, kebocoran, perawatan, gangguan listrik, atau keterlambatan suku cadang.

Mintalah target layanan yang jelas, misalnya:

  • Respons teknis maksimal 24 jam.
  • Ketersediaan suku cadang kritis.
  • Pemeriksaan commissioning.
  • Pelatihan operator.
  • Laporan inspeksi 100% untuk sambungan atau komponen tertentu sesuai kontrak.
  • Garansi berdasarkan jam kerja atau periode kalender.

Angka tersebut harus dituangkan dalam kontrak, bukan hanya disampaikan secara lisan.

Contoh Perhitungan Sederhana Mesin Es Balok 10 Ton

Berikut contoh simulasi ilustratif untuk membantu pemilik bisnis memahami struktur biaya:

Komponen Contoh Asumsi Harian
Produksi aktual 8.500 kg
Konsumsi listrik 2.300 kWh
Air baku dan proses 10.500–12.000 liter
Operator 2–3 orang per shift
Perawatan dan consumable Dialokasikan per kg produksi
Penyimpanan dan handling Bergantung pada fasilitas gudang

Biaya produksi per kilogram dapat dihitung dengan rumus:

HPP es per kg = Total biaya harian ÷ Produksi es aktual per hari

Total biaya harian mencakup listrik, air, tenaga kerja, bahan pendukung, perawatan, penyusutan, dan biaya handling. Jika produksi turun dari 8.500 kg menjadi 6.500 kg, biaya tetap akan terbagi ke volume yang lebih kecil sehingga HPP per kilogram meningkat.

Studi Kasus Ilustratif: Distributor Es di Wilayah Pesisir

Sebuah distributor membutuhkan es balok untuk memasok kapal nelayan dan pasar ikan. Mereka memilih Mesin Es Balok Industri KENDALL dengan target kapasitas nominal 10 ton per hari.

Pada bulan pertama, produksi aktual hanya mencapai 7 ton per hari karena:

  1. Air baku memiliki suhu awal tinggi.
  2. Kondensor berada di ruangan dengan ventilasi terbatas.
  3. Operator belum mengikuti prosedur demoulding.
  4. Pembersihan kondensor tidak dilakukan sesuai jadwal.

Setelah dilakukan perbaikan:

  • Ventilasi ruang mesin ditingkatkan.
  • Filter air ditambahkan.
  • Jadwal pembersihan kondensor dibuat mingguan.
  • Operator mendapat pelatihan.
  • Pemeriksaan tekanan refrigeran dilakukan secara berkala.

Produksi kemudian meningkat menjadi sekitar 8,5–9 ton per hari. Contoh ini menunjukkan bahwa performa mesin pembuat es balok industri bukan hanya bergantung pada merek, tetapi juga pada instalasi, utilitas, operator, dan perawatan.

Mengapa Memilih KENDALL untuk Kebutuhan Industri?

KENDALL dapat dipertimbangkan oleh pelaku usaha yang membutuhkan solusi produksi es dengan kapasitas besar dan konfigurasi yang dapat disesuaikan. Dalam proses pemilihan, pastikan calon Pabrikan Mesin Es Blok mampu menjelaskan:

  • Kapasitas aktual berdasarkan kondisi pengujian.
  • Spesifikasi kompresor dan sistem refrigerasi.
  • Konsumsi listrik per ton produksi.
  • Material cetakan dan tangki.
  • Sistem kontrol dan proteksi keselamatan.
  • Prosedur instalasi serta commissioning.
  • Ketersediaan suku cadang.
  • Dukungan teknisi di Indonesia.
  • Dokumen inspeksi dan pengujian.
  • Masa garansi serta batasannya.

Untuk kebutuhan industri seafood, cold storage, dan distribusi pangan, konfigurasi mesin sebaiknya disesuaikan dengan ukuran balok, metode pengangkutan, jam operasi, serta kebutuhan penyimpanan.

Checklist Sebelum Membeli Mesin Es Balok Industri

Gunakan daftar berikut saat mengevaluasi penawaran:

  • [ ] Kapasitas produksi dinyatakan dalam kg per 24 jam.
  • [ ] Kondisi pengujian kapasitas dijelaskan secara tertulis.
  • [ ] Konsumsi listrik per ton tersedia.
  • [ ] Jenis refrigeran dan kompresor tercantum.
  • [ ] Ukuran serta berat setiap balok dijelaskan.
  • [ ] Material cetakan sesuai kebutuhan penggunaan.
  • [ ] Sistem kontrol memiliki proteksi tekanan dan temperatur.
  • [ ] Dokumen instalasi dan wiring diagram tersedia.
  • [ ] Prosedur sanitasi dan pembersihan diberikan.
  • [ ] Tersedia jadwal preventive maintenance.
  • [ ] Suku cadang kritis dapat diperoleh.
  • [ ] Target respons teknisi, misalnya 24 jam, tercantum dalam kontrak.
  • [ ] Pengujian kebocoran dan inspeksi akhir didokumentasikan.
  • [ ] Standar teknis yang digunakan, seperti ASTM, DIN, ISO, atau standar lokal, dijelaskan sesuai komponen dan fungsi.

Kesimpulan

Biaya operasional mesin es balok 10 ton ditentukan oleh konsumsi listrik, efisiensi kompresor, kualitas air, suhu lingkungan, kapasitas aktual, tenaga kerja, refrigeran, perawatan, dan downtime. Dengan menghitung seluruh komponen tersebut, pemilik usaha dapat memperkirakan HPP es secara lebih akurat serta menentukan harga jual yang sehat.

KENDALL sebagai opsi Pabrikan Mesin Es Blok perlu dievaluasi berdasarkan data teknis, bukan hanya harga awal. Pastikan Anda meminta spesifikasi lengkap, simulasi konsumsi energi, dokumen pengujian, standar material, layanan purnajual, dan target respons teknis.

Pada akhirnya, memilih Pabrikan Mesin Es Blok yang mampu memberikan instalasi tepat, pelatihan operator, suku cadang, serta dukungan jangka panjang akan membantu menjaga produksi stabil dan mengurangi risiko kerugian. Untuk kebutuhan pabrik es, cold storage, industri perikanan, dan distribusi pangan, lakukan konsultasi teknis sebelum menentukan kapasitas serta konfigurasi mesin es balok industri yang paling sesuai.

Kirim Pertanyaan Anda

  • Afghanistan
  • Albania
  • Algeria
  • American Samoa
  • Andorra
  • Angola
  • Anguilla
  • Antarctica
  • Antigua and Barbuda
  • Argentina
  • Armenia
  • Aruba
  • Australia
  • Austria
  • Azerbaijan
  • Bahamas
  • Bahrain
  • Bangladesh
  • Barbados
  • Belarus
  • Belgium
  • Belize
  • Benin
  • Bermuda
  • Bhutan
  • Bolivia
  • Bosnia and Herzegovina
  • Botswana
  • Bouvet Island
  • Brazil
  • British Indian Ocean Territory
  • Brunei Darussalam
  • Bulgaria
  • Burkina Faso
  • Burundi
  • Cambodia
  • Cameroon
  • Canada
  • Cape Verde
  • Cayman Islands
  • Central African Republic
  • Chad
  • Chile
  • China
  • Christmas Island
  • Cocos (Keeling) Islands
  • Colombia
  • Comoros
  • Congo
  • Cook Islands
  • Costa Rica
  • Cote D'Ivoire
  • Croatia
  • Cuba
  • Cyprus
  • Czech Republic
  • Denmark
  • Djibouti
  • Dominica
  • East Timor
  • Ecuador
  • Egypt
  • El Salvador
  • Equatorial Guinea
  • Eritrea
  • Estonia
  • Ethiopia
  • Falkland Islands (Malvinas)
  • Faroe Islands
  • Fiji
  • Finland
  • France, Metropolitan
  • French Guiana
  • French Polynesia
  • Gabon
  • Gambia
  • Georgia
  • Germany
  • Ghana
  • Gibraltar
  • Greece
  • Greenland
  • Grenada
  • Guadeloupe
  • Guam
  • Guatemala
  • Guinea
  • Guinea-Bissau
  • Guyana
  • Haiti
  • Honduras
  • Hong Kong,China
  • Hungary
  • Iceland
  • India
  • Indonesia
  • Iran (Islamic Republic of)
  • Iraq
  • Ireland
  • Israel
  • Italy
  • Jamaica
  • Japan
  • Jordan
  • Kazakhstan
  • Kenya
  • Kiribati
  • North Korea
  • South Korea
  • Kuwait
  • Kyrgyzstan
  • Lao People's Democratic Republic
  • Latvia
  • Lebanon
  • Lesotho
  • Liberia
  • Libyan Arab Jamahiriya
  • Liechtenstein
  • Lithuania
  • Luxembourg
  • Macau
  • Madagascar
  • Malawi
  • Malaysia
  • Maldives
  • Mali
  • Malta
  • Marshall Islands
  • Martinique
  • Mauritania
  • Mauritius
  • Mayotte
  • Mexico
  • Micronesia
  • Moldova
  • Monaco
  • Mongolia
  • Montserrat
  • Morocco
  • Mozambique
  • Myanmar
  • Namibia
  • Nauru
  • Nepal
  • Netherlands
  • New Caledonia
  • New Zealand
  • Nicaragua
  • Niger
  • Nigeria
  • Niue
  • Norfolk Island
  • Northern Mariana Islands
  • Norway
  • Oman
  • Pakistan
  • Palau
  • Panama
  • Papua New Guinea
  • Paraguay
  • Peru
  • Philippines
  • Pitcairn
  • Poland
  • Portugal
  • Puerto Rico
  • Qatar
  • Reunion
  • Romania
  • Russian Federation
  • Rwanda
  • Saint Kitts and Nevis
  • Saint Lucia
  • Saint Vincent and the Grenadines
  • Samoa
  • San Marino
  • Saudi Arabia
  • Senegal
  • Seychelles
  • Sierra Leone
  • Singapore
  • Slovak Republic
  • Slovenia
  • Solomon Islands
  • Somalia
  • South Africa
  • Spain
  • Sri Lanka
  • St. Helena
  • Sudan
  • Suriname
  • Swaziland
  • Sweden
  • Switzerland
  • Syrian Arab Republic
  • Taiwan, China
  • Tajikistan
  • Tanzania
  • Thailand
  • Togo
  • Tokelau
  • Tonga
  • Trinidad and Tobago
  • Tunisia
  • Turkey
  • Turkmenistan
  • Turks and Caicos Islands
  • Tuvalu
  • Uganda
  • Ukraine
  • United Arab Emirates
  • United Kingdom
  • United States
  • Uruguay
  • Uzbekistan
  • Vanuatu
  • Vatican City State (Holy See)
  • Venezuela
  • Viet Nam
  • Virgin Islands (U.S.)
  • Wallis and Futuna Islands
  • Western Sahara
  • Yemen
  • Zambia
  • Zimbabwe
  • Montenegro
  • Serbia
  • Palestine
  • South Sudan
  • Jersey

Keunggulan Kami

MENGAPA PILIH KAMI

BUTUH SOLUSI YANG DISESUAIKAN?

Untuk industri seperti pendinginan beton, pendinginan reaksi kimia, pengolahan makanan, pengawetan perikanan, pendinginan tambang, pencetakan dan pewarnaan tekstil, serta biomedis, kami menyediakan solusi dan peralatan eksklusif yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan unik dan permasalahan spesifiknya.

KASUS

Shanghai Kendall Group (Kendall) adalah perusahaan terintegrasi yang menggabungkan penelitian dan pengembangan, manufaktur, teknik, dan perdagangan global. Sejak didirikan, kami secara konsisten berfokus pada peralatan pembuat es kelas industri dan proyek penyimpanan dingin berskala besar,

Wechat
Wechat

Kirim Pesan

  • Afghanistan
  • Albania
  • Algeria
  • American Samoa
  • Andorra
  • Angola
  • Anguilla
  • Antarctica
  • Antigua and Barbuda
  • Argentina
  • Armenia
  • Aruba
  • Australia
  • Austria
  • Azerbaijan
  • Bahamas
  • Bahrain
  • Bangladesh
  • Barbados
  • Belarus
  • Belgium
  • Belize
  • Benin
  • Bermuda
  • Bhutan
  • Bolivia
  • Bosnia and Herzegovina
  • Botswana
  • Bouvet Island
  • Brazil
  • British Indian Ocean Territory
  • Brunei Darussalam
  • Bulgaria
  • Burkina Faso
  • Burundi
  • Cambodia
  • Cameroon
  • Canada
  • Cape Verde
  • Cayman Islands
  • Central African Republic
  • Chad
  • Chile
  • China
  • Christmas Island
  • Cocos (Keeling) Islands
  • Colombia
  • Comoros
  • Congo
  • Cook Islands
  • Costa Rica
  • Cote D'Ivoire
  • Croatia
  • Cuba
  • Cyprus
  • Czech Republic
  • Denmark
  • Djibouti
  • Dominica
  • East Timor
  • Ecuador
  • Egypt
  • El Salvador
  • Equatorial Guinea
  • Eritrea
  • Estonia
  • Ethiopia
  • Falkland Islands (Malvinas)
  • Faroe Islands
  • Fiji
  • Finland
  • France, Metropolitan
  • French Guiana
  • French Polynesia
  • Gabon
  • Gambia
  • Georgia
  • Germany
  • Ghana
  • Gibraltar
  • Greece
  • Greenland
  • Grenada
  • Guadeloupe
  • Guam
  • Guatemala
  • Guinea
  • Guinea-Bissau
  • Guyana
  • Haiti
  • Honduras
  • Hong Kong,China
  • Hungary
  • Iceland
  • India
  • Indonesia
  • Iran (Islamic Republic of)
  • Iraq
  • Ireland
  • Israel
  • Italy
  • Jamaica
  • Japan
  • Jordan
  • Kazakhstan
  • Kenya
  • Kiribati
  • North Korea
  • South Korea
  • Kuwait
  • Kyrgyzstan
  • Lao People's Democratic Republic
  • Latvia
  • Lebanon
  • Lesotho
  • Liberia
  • Libyan Arab Jamahiriya
  • Liechtenstein
  • Lithuania
  • Luxembourg
  • Macau
  • Madagascar
  • Malawi
  • Malaysia
  • Maldives
  • Mali
  • Malta
  • Marshall Islands
  • Martinique
  • Mauritania
  • Mauritius
  • Mayotte
  • Mexico
  • Micronesia
  • Moldova
  • Monaco
  • Mongolia
  • Montserrat
  • Morocco
  • Mozambique
  • Myanmar
  • Namibia
  • Nauru
  • Nepal
  • Netherlands
  • New Caledonia
  • New Zealand
  • Nicaragua
  • Niger
  • Nigeria
  • Niue
  • Norfolk Island
  • Northern Mariana Islands
  • Norway
  • Oman
  • Pakistan
  • Palau
  • Panama
  • Papua New Guinea
  • Paraguay
  • Peru
  • Philippines
  • Pitcairn
  • Poland
  • Portugal
  • Puerto Rico
  • Qatar
  • Reunion
  • Romania
  • Russian Federation
  • Rwanda
  • Saint Kitts and Nevis
  • Saint Lucia
  • Saint Vincent and the Grenadines
  • Samoa
  • San Marino
  • Saudi Arabia
  • Senegal
  • Seychelles
  • Sierra Leone
  • Singapore
  • Slovak Republic
  • Slovenia
  • Solomon Islands
  • Somalia
  • South Africa
  • Spain
  • Sri Lanka
  • St. Helena
  • Sudan
  • Suriname
  • Swaziland
  • Sweden
  • Switzerland
  • Syrian Arab Republic
  • Taiwan, China
  • Tajikistan
  • Tanzania
  • Thailand
  • Togo
  • Tokelau
  • Tonga
  • Trinidad and Tobago
  • Tunisia
  • Turkey
  • Turkmenistan
  • Turks and Caicos Islands
  • Tuvalu
  • Uganda
  • Ukraine
  • United Arab Emirates
  • United Kingdom
  • United States
  • Uruguay
  • Uzbekistan
  • Vanuatu
  • Vatican City State (Holy See)
  • Venezuela
  • Viet Nam
  • Virgin Islands (U.S.)
  • Wallis and Futuna Islands
  • Western Sahara
  • Yemen
  • Zambia
  • Zimbabwe
  • Montenegro
  • Serbia
  • Palestine
  • South Sudan
  • Jersey